Sabtu, 04 Februari 2023

Nyamuk Demam Berdarah Dengue

Kredits : hellosehat.com

Penulis : Ni’matul Jazilah

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue. Penyakit ini juga dikenal sebagai demam berdarah dengue (DBD). Demam berdarah dahulu disebut dengan "patah tulang". Sebab, gejalanya terkadang menimbulkan nyeri sendi dan otot yang membuat tulang terasa seperti mau patah. Demam berdarah ringan menyebabkan demam dan gejala mirip flu lainnya. Namun, penyakit menular ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. 

Menurut Kementerian Kesehatan, sejak Januari hingga Juni 2022 (minggu ke-22),   selanjutnya jumlah kumulatif kasus DBD di Indonesia tersebut mencapai 45.387 kasus. Sementara itu, jumlah kematian akibat demam berdarah dengue sebanyak 432 kasus. Plt. Dr. Tiffany Tiara Pakasi, Direktur Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, mengatakan kasus DBD telah dilaporkan setidaknya di 449 kabupaten atau kota administratif di Indonesia. 

Gejala DBD yang paling umum adalah demam tinggi di siang hari. Berbeda dengan demam biasa, saat suhu tubuh terus meningkat, nyeri muncul di berbagai bagian tubuh, terutama kepala dan punggung. 

Pada beberapa kasus demam berdarah, ada beberapa tanda yang muncul berupa sakit maag. Selain itu, gejala umum yang mungkin dialami oleh penderita demam berdarah dengue (DBD) antara lain mual dan muntah, nyeri otot, sendi dan tulang, nyeri di belakang mata, pembengkakan kelenjar. DBD juga menimbulkan bintik-bintik merah atau ruam pada kulit (Safitri, 2022). Jika anda sudah mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi atau memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, karena keterlambatan penanganan DBD yang paling parah dapat menyebabkan kematian. 

Kemenkes RI Perkuat Kampanye 3M dimana diantaranya adalah Menguras berarti membersihkan tempat atau wadah air seperti ember, baskom dan bak air minum. Menutup berarti wadah air seperti kendi, menara air dan tong tidak dibiarkan terbuka. Memanfaatkan berarti menggunakan kembali barang-barang yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. 

Kelebihan dari 3M adalah menaburkan bubuk larvasida ke dalam tangki air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk untuk mencegah gigitan Aedes Aegypty atau menyebarkannya di sekitar ruangan atau tempat tidur dengan nyamuk, menanam tanaman anti nyamuk seperti lavender atau geranium, beternak ikan pemburu jentik nyamuk, mengubah metode suspensi dalam ruangan yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, mengatur ventilasi dan pencahayaan ruangan (Safitri, 2022). 

Untuk mencegah demam berdarah, penting bagi kita untuk menjaga kebersihan dan memeriksa jentik secara teratur. Jika ada jentik-jentik terdapat pada suatu tempat, di rumah maka dapat segera ditindak lanjuti dengan cara menguras atau menutup. Namun kenyataannya, pencegahan tidak hanya dilakukan dengan menjaga kebersihan di dalam rumah, tetapi juga genangan air di selokan, kolam ikan di luar rumah harus dikontrol, sehingga pencegahan yang efektif harus dilakukan secara menyeluruh. 

Sementara itu, sekarang ini sedang terjadi musim hujan. Maka dari itu kita harus menerapkan 3 M untuk mencegah terjadinya demam berdarah. Kita juga dapat menggunakan lotion anti nyamuk sebelum tidur atau semprotan anti nyamuk.